Jumat, 06 November 2015

SENI UKIR

kali ini saya akan mengulas lebih lanjut tentang seni ukir. seni ukir merupakan salah satu cabang dari seni rupa. tapi seni ukir memang jarang diajarkan dalam pembelajaran siswa. berbeda dengan seni lukis, tari dan musik yang banyak dijadikan salah satu mata pelajaran di sekolah. Salah satu daerah yang sangat identik dengan seni ukirnya adalah Jepara. ini adalah ulasan saya mengenai seni ukir ....

seni dan ukir



SENI UKIR PEMAHAMAN TENTANG SENI UKIR
Seni ukir atau ukiran merupakan gambar hiasan dengan bagian-bagian cekung ( kruwikan ) dan bagian-bagian cembung ( buledan ) yang menyusun suatu gambar yang indah.
Pengertian ini berkembang hingga dikenal sebagai seni ukir yang merupakan seni membentuk gambar pada kayu, batu, atau bahan-bahan lain. Sebagai contoh cara membuat seni ukur kayu dan peralatan untuk mebuat seni ukir kayu adalah sebagai berikut : Peralatan bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat seni ukir kayu
Gergaji : biasa digunakan untuk memotong kayu, pilihlah gergaji yang sesuai untuk mempermudah dalam melakukan pemotongan.
Alat Pahat : alat ini biasa digunakan untuk memahat yaitu membentuk sebuah kayu menjadi bentuk rupa sehingga didapatkan hasil yang diinginkan.
Bor : alat ini biasa digunakan untuk mempermudah dalam melubangi kayu
lem : lem digunakan untuk penempelan jika waktu pemahatan ada yang patah. lem yang digunakan adalah lem khusus kayu yang mempunyai daya rekat tinggi untuk materi kayu. dan masih banyak lagi peralatan pendukung lainnya
Proses membuat seni ukir kayu Pertama-tama penyiapan bahan baku kayu, umumnya menggunakan mesin potong kayu dan alat pengering. Kemudian pembentukan dibuat menggunakan gergaji dan alat pahat Pembentukan halus atau pengukiran dengan menggunakan alat pahat Penghalusan biasanya menggunakan amplas Finishing biasanya dibantu dengan mesin semprot cat dan kuas untuk mewarna Contoh gambar seni ukir kayu.




SEJARAH SENI UKIR INDONESIA
PEMAHAMAN
Ukir ~ Juru ( pandai, tukang )Contoh: Tukang Ukir : Orang yang pekerjaannya mengukirMengukir : Menoreh ( menggores, memahat ) dsb. untuk membuat lukisan ( gambar ) pada kayu, batu, logam,dsb. Ukiran : ( ukiran-ukiran ) hiasan yang terukir. Seni Ukir : seni pahat
PEMAHAMAN TENTANG SENI UKIR INDONESIA Seni ukir atau ukiran merupakan gambar hiasan dengan bagian-bagian cekung (kruwikan) dan bagian-bagian cembung (buledan) yang menyusun suatu gambar yang indah. Pengertian ini berkembang hingga dikenal sebagai seni ukir yang merupakan seni membentuk gambar pada kayu, batu, atau bahan-bahan lain.
Bangsa Indonesia mulai mengenal ukir sejak zaman batu muda (Neolitik), yakni sekitar tahun 1500 SM. Pada zaman itu nenekmoyang bangsa Indonesia telahmembuat ukiran pada kapak batu, tempaan tanah liat atau bahan lain yang ditemuinya. Motif dan pengerjaan ukiran pada zaman itu masih sangat sederhana. Umumnya bermotif geometris yang berupa garis, titik, dan lengkungan, dengan bahan tanah liat, batu, kayu, bambu, kulit, dan tanduk hewan Pada zaman yang lebih dikenal sebagai zaman perunggu, yaitu berkisar tahun 500 hingga 300 SM. Bahan untuk membuat ukiran telah mengalami perkembangan yanitu menggunakan bahan perunggu, emas, perak dan lain sebagainya. Dalam pembuatan ukirannya adalah menggunakan teknologi cor. Motif-motif yang di gunakanpada masa zaman perunggu adalah motif meander, tumpal, pilin berganda, topeng, serta binatang maupun manusia. Motif meander ditemukan pada nekara perunggu dari Gunung merapi dekat Bima. Motif tumpal ditemukan pada sebuah buyung perunggu dari kerinci Sumatera Barat, dan pada pinggiran sebuah nekara (moko dari Alor, NTT. Motif pilin berganda ditemukan pada nekara perunggu dari Jawa Barat dan pada bejana perunggu darikerinci, Sumatera. Motif topeng ditemukan pada leher kendi dari Sumba. Nusa Tenggara, dan pada kapak perunggu dari danau Sentani, Irian Jaya. Motif ini menggambarkan muka dan mata orang yang memberi kekuatan magis yang dapat menangkis kejahatan. Motif binatang dan manusia ditemukan pada nekara dari Sangean.
Setelah agama Hindu, Budha, Islam masuk ke Indonesia, seni ukir mengalami perkembangan yang sangat pesat, dalam bentuk desain produksi, dan motif. Ukiran banyak ditemukan pada badan-badancandi dan prasasti-prasasti yang di buat orang pada masa itu untuk memperingati para raja-raja. Bentuk ukiran juga ditemukan pada senjata-senjata, seperti keris dan tombak, batu nisan, masjid, keraton, alat-alat musik, termasuk gamelan dan wayang. Motif ukiran, selain menggambarkan bentuk, kadang-kadang berisi tentang kisah para dewa, mitos kepahlawanan, dll. Bukti-bukti sejarah peninggalan ukiran pada periode tersebut dapat dilihat pada relief candi Penataran di Blitar, candi Prambanan dan Mendut di Jawa Tengah.
Saat sekarang ukir kayu dan logam mengalami perkembangan pesat. Dan fungsinyapun sudah bergeser dari hal-hal yang berbau magis berubah menjadi hanya sebagai alat penghias saja.pada ukiran kayu meliputi motif Pejajaran, Majapahit, Mataram, Pekalongan, Bali, Jepara, Madura, Cirebon, Surakarta, Yogyakarta, dan berbagai macam motif yang berasal dari luarJawa.
LEGENDA SENI UKIR JEPARA
 

Dikisahkan seorang ahli seni pahat dan lukis bernama Prabangkara yang hidup pada masa Prabu Brawijaya dari Kerajaan Majapahit, pada suatu ketika sang raja menyuruh Prabangkara untuk membuat lukisan permaisuri raja sebagai ungkapan rasa cinta beliau pada permaisurinya yang sangat cantik dan mempesona. Lukisan permaisuri yang tanpa busana itu dapat diselesaikan oleh Prabangkara dengan sempurna dan tentu saja hal ini membuat Raja Brawijaya menjadi curiga karena pada bagian tubuh tertentu dan rahasia terdapat tanda alami/khusus yang terdapat pula pada lukisan serta tempatnya/posisi dan bentuknya persis. Dengan suatu tipu muslihat, Prabangkara dengan segala peralatannya dibuang dengan cara diikat pada sebuah laying-layang yang setelah sampai di angkasa diputus talinya. Dalam keadaan melayang-layang inilah pahat Prabangkara jatuh di suatu desa yang dikenal dengan nama Belakang Gunung di dekat kota Jepara. Di desa kecil sebelah utara kota Jepara tersebut sampai sekarang memang banyak terdapat pengrajin ukir yang berkualitas tinggi. Namun asal mula adanya ukiran disini apakah memang betul disebabkan karena jatuhnya pahat Prabangkara, belum ada data sejarah yang mendukungnya.
Sejarah
1 . Pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat, terdapat seorang patih bernama Sungging Badarduwung yang berasal dari Campa (Kamboja) ternyata seorang ahli memahat pula. Sampai kini hasil karya Patih tersebut masih bisa dilihat di komplek Masjid Kuno dan Makam Ratu Kalinyamat yang dibangun pada abad XVI.
2 . Keruntuhan Kerajaan Majapahit telah menyebabkan tersebarnya para ahli dan seniman hindu ke berbagai wilayah paruh pertama abad XVI. Di dalam pengembangannya, seniman-seniman tersebut tetap mengembangkan keahliannya dengan menyesuaikan identitas di daerah baru tersebut sehingga timbulah macam-macam motif kedaerahan seperti : Motif Majapahit, Bali, Mataram, Pajajaran, dan Jepara yang berkembang di Jepara hingga kini.
Sumber: http://djawerndeso.blogspot.com/
SENI UKIR PAPUA


Bagi suku Asmat, seni ukir kayu adalah bagian dari kehidupan sehari-hari yang telah turun temurun menjadi suatu kebudayaan yang bukan saja dikenal di Papua dan Indonesia, melainkan sudah ke seluruh dunia. Bagi setiap turis asing yang berkunjung ke Papua, rasanya kurang lengkap apabila tidak mengenal atau membeli cenderamata karya ukir suku Asmat dalam berbagai ukuran. Ciri khas dari ukiran suku asmat adalah polanya yang unik dan bersifat naturalis, dimana dari pola-pola tersebut akan terlihat kerumitan cara membuatnya sehingga membuat karya ukir suku Asmat bernilai tinggi dan sangat banyak diminati para turis asing yang menggemari karya seni.
Dari segi model, ukiran suku Asmat memiliki pola dan ragam yang sangat banyak, mulai dari patung model manusia, binatang, perahu, panel, perisai, tifa, telur kaswari sampai ukiran tiang. Suku Asmat biasanya mengadopsi pengalaman dan lingkungan hidup sehari-hari sebagai pola ukiran mereka, seperti pohon, perahu, binatang dan orang berperahu, orang berburu dan lain-lain. Mengukir adalah sebuah tradisi kehidupan dan ritual yang terkait erat dengan spiritualitas hidup dan penghormatan terhadap nenek moyang. Ketika Suku Asmat mengukir, mereka tidak sekedar membuat pola dalam kayu tetapi mengalirkan sebuah spiritualitas hidup.
Pemotongan Kayu Utuh

Pemotongan kayu adalah hal yang paling awal untuk membuat pola ukiran. Memotong pada sebuah kayu datar untuk membuat pola ukiran sehingga tampak menjadi tiga dimensi. Proses pemotongan ini biasa dilakukan dengan sebuah gergaji manual atau mesin. Kemudian setelah sudah dapat ukuran yang kita perlukan, lalu memotong kayu secara tepat.
Menggambar Pola Ukiran

Menggambar
ukiran dengan alat gambar seperti biasa. Namun perlu diketahui bahwa kayu merupakan benda padat namun berserat. Kita harus bisa menggambar dengan alat tulis yang cuckup tebal agar tidak mudah mengikis terserap kayu. Selain dengan teknik menggambar langsung, kita juga bisa menggunakan dengan teknik menempel. Teknik ini cukup sering digunakan karena cukup mudah. Kita hanya perlu mengeprint atau memfoto copy gambar, lalu kemudian menempel dengan lem pada bilah kayu yang akan Kita ukir.
Alat Untuk Mengukir Khas Jepara

Alat pahat, palu, dan meteran adalah hal wajib yang
Kita punya untuk mengukir kayu. Palu ukir biasanya terbuat dari kayu yang keras, gunanya agar tidak cepat tipis terkena pahat besi. Untuk pahat biasanya terbuat dari besi yang diolah sedemikian rupa sehingga berbentuk menjadi benda runcing dan tajam untuk mengeruk dan mengolah kayu. Sedangkan meteran digunakan untuk memberi jarak dan ukuran yang Kita butuhkan jika ada gambar pola atau tempelan pola ukir yang kurang jelas. Jangan sampai Kita tidak bisa memberi ukuran yang pas pada ukiran, karena ini akan berpengaruh pada ukiran yang sudah jadi nantinya.
Teknik Mengukir Kayu Khas Jepara

Teknik mengukir kayu dibedakan menjadi 2 bagian, yang pertama untuk ukiran dua dimensi (benda seni untuk benda pakai, seperti: kursi, meja, dipan,dll) dan tehnik kedua untuk ukiran 3 dimensi (digunakan untuk ukiran seperti relung, yang diukir sambai bawah dan runcing). Tehnik 2 dimensi ini terdiri dari pengolahan kayu dari sebuah papan datar dari kayu dan hanya diberi cekungan atau lekukan yang tidak terlalu dalam. Penciptaan objek ini tidak terlalu sulit, karena Kita hanya perlu meluruskan atau mengikuti pola ukiran yang sudah Kita buat sebelumnya. Sedangkan untuk tehnik 3 dimensi adalah teknik yang cukup sulit dan rumit. Tehnik 3 dimensi pengerjaannya melalui pola yang sembarang dengan motif dari pengrajin ukir itu sendiri. Meskipun sudah digambar dengan pola namun hal itu tidak terlalu berpengaruh karena nantinya akan tetap di berikan sentuhan-sentuhan ukiran sepantasnya. Tetapi tentunya dengan kreasi-kreasi terbaik yang sudah dipunyai seniman ukir.
Teknik Finishing Ukiran Kayu Khas Jepara

Cara memfinishing ukiran yang sudah jadi memerlukan ketelitian dan keahlian tersendiri. Proses akhir ini yang akan menjadikan ukiran itu terliat baik atau biasa saja. Kita harus pintar dan jeli memilih pengerjaan finishing untuk ukiran Kita. Dalam proses pengerjaan finishing 2 dimensi, amplas dan bahan warna kayu cukup mendominasi. Misal benda pakai seperti meja dan kursi, Kita hanya perlu menghaluskan lalu kemudian mewarnai agar menjadi indah. Sedangkan untuk proses finishing 3 dimensi Kita perlu tehnik yang lebih. Terkadang pengrajin ukiran 3 dimensi tidak perlu bahan warna untuk ukirannya, hal ini dilakukan agar ukiran terlihat tetap alami. Atau kalau memang diperlukan bahan warna, Kita bisa memilih warna-warna natural. Karena warna natural akan tetap menonjolkan sisi keindahan asli kayu. Beberapa seniman ukir
Jepara malah hanya mewarnai bingkai pada ukiran 3 dimensi.
 
http://yayangtkj3.blogspot.co.id/2015/03/seni-pahat-dan-ukir.html

Rabu, 04 November 2015

SENI MUSIK

Ini ulasan yang ketiga. setelah sebelumnya saya mengulas soal seni batik dan lukis. kali ini saya akan mengulas tentang seni musik. seni musik adalah salah satu cabang dari seni yang universal. mungkin semua orang didunia menyukai musik. beberapa sekolah juga menambahkan pelajaran seni musik ini kedalam mata pelajaran sekolah. meskipun tidak semua sekolah memberlakukan pelajaran seni musik di sekolah. Namun, seni musik tetap berperan penting dalam kegiatan sekolah. misalnya, pada ekstrakulikuler dan juga kegiatan pentas seni pada beberapa perayaan penting sekolah misalnya HUT sekolah, atau sebagai hiburan dalam kegiatan lomba yang diselenggarakan oleh sekolah. bahkan musik juga digunakan pada beberapa bidang olahraga. misalnya, senam irama. Berikut ulasan saya mengenai seni musik.

 

Pengertian Seni Musik dari Berbagai Sudut Pandang


seni musik ardipurnomo02.blogspot.com
Seni musik merupakan salah satu cabang seni yang menggunakan alat musik sebagai suatu sarana untuk mengungkapkan ekspresi penciptanya. Sedangkan, musik itu sendiri merupakan sebuah seni yang menggunakan susunan suara yang dikemas dengan sedemikian rupa sehingga tercipta sebuah irama dan lagu yang sangat harmonis, terutama suara yang dihasilkan oleh alat musik yang saling melengkapi satu sama lain.
Selengkapnya mengenai alat musik: Jenis alat musik ritmis dan jenis alat musik melodis.
Beberapa orang beranggapan, bahwa musik itu tidak berwujud sama sekali. Namun ada pendapat lain yang disampaikan oleh Aristoteles, dia menyimpulkan bahwa musik itu memiliki kemampuan untuk mendamaikan hati yang gundah, memiliki fungsi sebagai terapi rekreatif, dan mampu menumbuhkan jiwa patriotisme.


Pengertian Seni Musik Secara Umum
Secara umum seni merupakan suatu kemampuan untuk membuat sesuatu dan erat hubungannya dengan upaya untuk mencapai sebuah tujuan yang sudah ditentukan oleh suatu gagasan tertentu. Sedangkan musik adalah susunan suara yang dikemas dengan sedemikian rupa sehingga mampu menciptakan sebuah irama dan lagu yang sangat harmonis.

Pengertian Seni Musik Secara Harfiah
Seni musik merupakan gabungan dari dua kata, yaitu “seni” dan “musik”. Seni adalah hasil cipta, karsa, dan juga rasa seorang manusia yang diwujudkan dalam berbagai macam sarana. Sedangkan musik merupakan hasil dari pengolahan suara, harmoni, melodi, vokal dan juga ritme/tempo.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tidak arti khusus yang ditujukan untuk seni musik. Namun, ada arti kata “seni suara” yang mempunyai makna paling dekat dengan seni musik.

Pengertian Seni Musik Secara Etimologi
Secara etimologi kata “seni” mempunyai arti “penyembahan, pemberian dan pelayanan” yang berasal dari bahasa Sansekerta. Ada juga yang berpendapat bahwasanya asal mula istilah “seni” berasal dari bahasa Belanda “genie” jika dalam bahasa latin berarti “jenius”.
Sedangkan kata “musik” sendiri berasal dari bahasa Inggris “music” yang diambil dari bahasa Yunani “mousikê”. Tetapi, mousikê lebih merujuk kepada semua seni yang berupa musik dan puisi pimpinan Muses.

Pengertian Seni Musik Menurut Para Ahli
Saya sengaja memberikan pengertian seni musik dari berbagai sudut pandang, dengan tujuan supaya kita sendiri mampu untuk mengeksplor kemampuan kita dalam dunia musik.
Selain itu, juga banyak para ahli yang mencoba memberikan pendapatnya tentang “pengertian seni musik” menurut pandangan mereka masing-masing. Salah satunya adalah seorang seniman yang bernama Suhastjarja. Menurut Suhastjarja, seni musik itu merupakan pengungkapan rasa akan keindahan oleh seorang manusia yang kemudian diwujudkan dalam susunan bunyi atau nada yang mampu menghasilkan ritme dan harmoni.
Jadi, bisa kita simpulkan bahwa seni musik adalah suatu sarana seorang seniman untuk mengekspresikan dirinya dalam bentuk suara yang disusun dengan sedemikian rupa, baik yang hanya berupa vokal maupun yang diiringi dengan alat musik.
Macam – macam Seni

1. Musik Seni
Musik Seni
http://isi.ac.id/
Musik seni atau biasa disebut Musik Serius adalah sebuah istilah pengelompokkan jenis musik yang bertuju pada teori bentuk musik klasik Eropa. Berbeda dengan musik Populer atau musik masa, jenis musik ini biasanya tidak akan cepat menghilang oleh waktu, sehingga terus bertahan berabad-abad hingga sekarang.

2. Musik Klasik
Musik Klasik
http://www.warningmagz.com/
Musik klasik pada dasarnya merujuk pada musik klasik Eropa, namun terkadang ada juga musik klasik Persia, India dan lain-lain. Musik klasik Eropa terdiri dari beberapa periode, seperti barok, klasik dan romantik. Musik klasik adalah suatu istilah luas, yang mengacu pada musik yang berakar dari suatu tradisi kesenian Barat, musik kritiani dan musik orkestra, yang mencangkup periode dari sekitar abad ke-9 hingga abad ke-21.
Musik Eropa klasik dibedakan berdasarkan bentuk musiknya, non-Eropa dan musik populer terutama pada sistem notasi musiknya. Musik ini sudah digunakan sejak abad ke-16. Para komponis sudah menggunakan notasi musik barat untuk memberi petunjuk kepada pembawa musik mengenai nada, kecepatan, metrum, ritme individual dan pembawaan pada suatu karya musik.

3. Musik Jazz
Musik Jazz
http://kabarinews.com/
Musik Jazz adalah jenis musik yang lahir dari penggabungan musik blues, ragtime dan musik Eropa terutama musik band. Pada musik jazz banyak digunakannya alat musik gitar, trombon, piano, trompet dan saksofon. Di dalam musik jazz ada elemen penting yaitu blue notes, improvisasi, polyrhythms, sinkopasi dan shuffle note.

4. Musik Gospel
Musik Gospel
blogspot.com
Musik Gospel adalah genre yang didominasi oleh vokal dan biasanya memiliki tema kristen. Beberapa subgenrenya adalah contemporary gospel dan urban contemporary gospel. Sebenarnya lagu jenis Gospel ini memiliki nuansa mirip Rock n Roll (karena musik Rock n Roll sebenarnya merupakan gabungan dari rock, jazz dan gospel), yang pada awalnya dikenalkan oleh orang-orang kristen kulit hitam di Amerika.

5. Musik Blues
Musik Blues
deniasblues.files.wordpress.com
Musik Blues berasal dari masyarakat Afro-Amerika lalu berkembang dari musik Afrika Barat. Kemudian jenis ini memengaruhi genre musik pop saat ini, termasuk juga ragtime, jazz, big band, rhythm and blues, rock and rool, country dan musik pop.

6. Musik Rhythym and Blues (R&B)
Musik Rhythym and Blues
blogspot.com
Rhythym and Blus biasa disingkat R&B ialah nama musik tradisional masyarakat Afro-Afrika yaitu musik pop kulit hitam mulai dari tahun 1940-an yang bukan jazz atau blues.

7. Musik Funk
Musik Funk
http://www.zastavki.com/
Musik Funk adalah sebuah aliran musik yang mengandung untuk musik tarian Afrika-Amerika. Pada umumnya musik ini dapat kita kenali lewat ritme yang sering terpotong singkat, bunyi gitar ritme yang tajam, perkusi yang dominan, pengaruh jazz yang kuat, irama-irama yang dipengaruhi musik afrika. Serta kesan kegembiraan dapat didengar.

8. Musik Rock
Musik Rock
http://imagesci.com/
Musik Rock meliputi hampir semua musik pop sejak awal 1950-an. Bentuk paling awal rock and roll adalah perpaduan dari berbagai genre pada akhir 1940-an. Hal ini kemudian tersebar ke seluruh dunia dan pada pertengahan 1960-an beberapa grup musik inggris, contohnya The Beatles juga meniru dan akhirnya menjadi populer. Musik rock kemudian berkembang menjadi psychedelic rock, kemudian menjadi progressive rock.

9. Musik Metalcore
Musik Metalcore
www.braintocrush.com
Metal merupakan aliran musik yang lebih keras dibandingkan denga Rock walau juga terdapat band metal yang memiliki lagu dengan nyanyian yang terkesan slow. Genre Metal dapat dikategorikan keras dimana lagunya memiliki vocal ala scream, growl dan yang terbaru adalah pigsqueal dimana vokal ini lebih banyak digunakan pada lairan hardcore, post-Hardcore, screamo, metalcore, deathcore, death metal, black metal, electronic hardcore dan lainnya.

10. Musik Electronic / Techno
Musik Electronic
http://createdigitalmusic.com/
Musik Electronic juga disebut Techno. Techno dimulai sebelum ditemukannya synthesizer, dengan tape loops dan alat musik elektronik anlog pada tahun 1950-an dan 1960-an.

11. Hip Hop / Rap / Rapcore
Rapcore
http://i2.wp.com/
Musik hip hop dapat juga dianggap subgenre dari R&B. Musik ini dimulai pada awal 1970-an dan 1980-an, muusik ini mulanya berkembang di pantai timur AS, kadang disebut juga East Coast Hip HOP. Pada sekitar tahun 1992, musik hip hop dari pantai barat juga mulai terkenal denga nama West Coast Hip Hop. Pada jenis musik ini juga dicampur dengan heavy metal menghasilkan rapcore.

12. Musik Tradisional
Musik Tradisional
http://ut-iso.org/
Musik Tradisional adalah musik yang hidup di dalam masyarakt secara turun temurun dan dipertahankan bukan sebagai hiburan saja, melainkan juga dipakai untuk pengobatan, ritual, ada juga sebagai sarana berkomunikasi anatara manusia dan penciptaanya. Hal ini menurut kepercayaan masing-masing orang saja. Musik tradisional juga merupakan pebendaharaan seni lokal di masyarakat.

13. Musik Dangdut
Musik Dangdut
babcockunialumni.com
Musik Dangdunt merupakan musik yang berasal dari Indonesia. Dangdut juga memiliki nuansa India dan Melayu. Pada awalannya, musik ini hany dianggap kelas bawah, namun berkembangannya waktu, musik ini menjadi trend dimasyarakat dan semua kalangan ini merasakan musik dangdut tersebut.

http://carajuki.com/pengertian-seni-musik-dari-berbagai-sudut-pandang/
http://biftah.com/inilah-macam-macam-seni-musik-yang-harus-kamu-ketahui/

SENI BATIK


Seni Batik


setelah ulasan sebelumnya saya mengulas tentang seni lukis. Kali ini saya akan mengulas mengenai seni batik. Seni batik merupakan salah satu kebudayaan indonesia yang sudah sangat mendunia. sayangnya budaya batik yang berasal dari indonesia ini sudah banyak diklaim oleh beberapa negara barat. Berikut adalah ulasan saya mengenai seni Batik.

Sejarah teknik batik



Seni pewarnaan kain dengan teknik perintang pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan diketemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola. Di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkok semasa Dinasti T'ang (618-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794). Di Afrika, teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria, serta Suku Soninke dan Wolof di Senegal.[2]. Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an.[3]
Walaupun kata "batik" berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. G.P. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7. [2]Di sisi lain, J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (sejarawan Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua. Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuna membuat batik.[4]
G.P. Rouffaer juga melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu.[4] Detil ukiran kain yang menyerupai pola batik dikenakan oleh Prajnaparamita, arca dewi kebijaksanaan buddhis dari Jawa Timur abad ke-13. Detil pakaian menampilkan pola sulur tumbuhan dan kembang-kembang rumit yang mirip dengan pola batik tradisional Jawa yang dapat ditemukan kini. Hal ini menunjukkan bahwa membuat pola batik yang rumit yang hanya dapat dibuat dengan canting telah dikenal di Jawa sejak abad ke-13 atau bahkan lebih awal.
Legenda dalam literatur Melayu abad ke-17, Sulalatus Salatin menceritakan Laksamana Hang Nadim yang diperintahkan oleh Sultan Mahmud untuk berlayar ke India agar mendapatkan 140 lembar kain serasah dengan pola 40 jenis bunga pada setiap lembarnya. Karena tidak mampu memenuhi perintah itu, dia membuat sendiri kain-kain itu. Namun sayangnya kapalnya karam dalam perjalanan pulang dan hanya mampu membawa empat lembar sehingga membuat sang Sultan kecewa.[5] Oleh beberapa penafsir,who? serasah itu ditafsirkan sebagai batik.
Dalam literatur Eropa, teknik batik ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London, 1817) tulisan Sir Thomas Stamford Raffles. Ia pernah menjadi Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa keemasannya. Sewaktu dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, batik Indonesia memukau publik dan seniman.[2]
Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul, dikenal sebagai batik cap dan batik cetak, sementara batik tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis. Pada saat yang sama imigran dari Indonesia ke Wilayah Persekutuan Malaysia juga membawa Batik bersama mereka.
Sekarang batik sudah berkembang di beberapa tempat di luar Jawa, bahkan sudah ke manca negara. Di Indonesia batik sudah pula dikembangkan di Aceh dengan batik Aceh, Batik Cual di Riau, Batik Papua, batik Sasirangan Kalimantan, dan Batik Minahasa.

Budaya batik


Pahlawan wanita R.A. Kartini dan suaminya memakai rok batik. Batik motif parang yang dipakai Kartini adalah pola untuk para bangsawan.
Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa pada masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga pada masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.
Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Batik Cirebon bermotif mahluk laut
Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.
I. PENGERTIAN DAN FUNGSINYA
Membatik merupakan kegiatan berkarya seni menggunakan bahan lilin yang dipanaskan dan menggunakan alat canting atau kuas untuk membuat pola gambar atau motif yang dioleskan di atas selembar kain.  Teknik pewarnaannya menggunakan teknik tutup celup.  Karya seni batik ini merupakan salah satu seni terapan Nusantara yang menjadi ciri khas kebanggaan bangsa Indonesia.
Sekarang ini, teknik membatik sudah lebih berkembang.  Membatik tidak saja menggunakan alat canting tetapi sudah menggunakan jenis peralatan lain seperti kuas dan cap (printing).  Maka karya seni batik kemudian dibedakan menjadi :
a. Karya seni Batik Tulis
Menggunakan alat tradisional berupa canting dengan teknik yang lebih sederhana.
b. Karya seni Batik Cap (printing)

Menggunakan alat modern  dengan teknik yang lebih bebas dan  kreatif. Berdasarkan fungsinya, seni membatik dibedakan menjadi dua yaitu :
a. Fungsi Praktis
Kain Batik dipergunakan sebagai bahan sandang untuk pakaian, sarung bantal, taplak meja dan sebagainya.
b. Fungsi Estetis
Kain dengan motif batik dapat dipergunakan sebagai karya seni hias atau lukisan.
II. POLA BATIK
Gambar-gambar yang digunakan dalam membatik biasanya menggunakan ragam hias.  Untuk karya seni batik tradisional selalu menggunakan ragam hias tertentu yang telah lama diterapkan secara turun-temurun sejak jaman dulu.  Ragam hias tersebut mempunyai makna atau simbolik tertentu.  Namun saat ini sudah banyak dijumpai ragam hias batik dengan pola kreasi yang lebih bebas.
Pola Hias merupakan unsur dasar yang dapat dipergunakan sebagai pedoman dalam mendesain  sebuah hiasan
Motif Hias merupakan pokok pikiran dan bentuk dasar dalam ragam hias, meliputi bentuk manusia, alam, tumbuhan dan hewan.
Ragam hias adalah bentuk susunan pola hias dari satu atau lebih motif hias dengan kaidah estetik tertentu sehingga menghasilkan bentuk yang  indah
Ragam hias dibedakan menjadi tiga yaitu :
a.       Motif geometris (pilin ganda, swastika, tumpal)
b.      Motif non geometris (manusia, tumbuhan, hewan)
c.       Motif benda mati (air, awan, batu, gunung, matahari)
(Untuk lebih jelasnya mengenai jenis dan bentuk motif, kalian dapat membuka kembali materi Ragam Hias kelas VII)
III. BAHAN DAN PERALATAN MEMBATIK
a. Bahan yang diperlukan :
Bahan utamanya adalah kain mori/ sutera, lilin (malam), soda api dan pewarna.
Jenis kain katun merupakan jenis kain yang disarankan dan sangat baik menyerap warnanya. Sedangkan kain sutera lebih halus dan harganya tentu saja lebih mahal.  Gunakan ukuran kain yang akan dibatik sesuai kebutuhan.
Lilin yang digunakan untuk membatik bermacam-macam, seperti :
–          Lilin putih
–          Lilin kuning
–          Lilin hitam
ketiganya dibuat dari minyak latung buatan pabrik
–          Lilin tawon yang dibuat dari sarang lebah
dan sebagainya
Pewarnya yang digunakan untuk membatik dapat menggunakan pewarna modern buatan pabrik seperti Napthol, Indigosol dan Remasol atau berasal dari alam seperti :
–          Warna hijau dari daun-daunan (daun kepyar)
–          Warna merah dari  daun jati muda
–          Warna kuning dari kunyit (kunir) yang dicampur dengan kapur sirih
b. Alat yang digunakan
Peralatan tradisional yang masih sering digunakan adalah canting, kuas, wajan, kompor, gawangan, dandang besar, sarung tangan dan setrika.
Canting merupakan alat pokok yang digunakan untuk menuliskan lilin cair di atas kain.  Alat ini terbuat dari tembaga dengan tangkai kayu.  Badan canting digunakan untuk mengambil dan menampung lilin cair dan carat (pipa kecil diujung badan canting) digunakan sebagai jalan keluarnya lilin cair.
Berdasarkan fungsinya dibedakan :
–          Canting reng-rengan (untuk membuat desain awal)
–          Canting isen (untuk mengisi bidang yang sudah dibuat polanya)
Berdasarkan ukurannya dibedakan :
–          Canting kecil
–          Canting sedang
–          Canting besar
Berdasarkan jumlah caratnya dibedakan :
–          Canting cecekan (bercarat tunggal)
–          Canting loron (bercarat dua)
–          Canting telon (bercarat tiga)
Wajan digunakan sebagai wadah lilin yang dipanaskan diatas kompor
Kompor digunakan untuk memanaskan lilin
Gawangan terbuat dari kayu atau bambu digunakan untuk membentangkan kain sehingga mempermudah menuliskan lilin menggunakan canting
Sarung tangan digunakan untuk pelindung tangan pada saat proses pewarnaan
Dandang besar digunakan untuk mencelup kain yang telah selesai dibatik dalam proses pewarnaan dan pelarutan lilin
Sterika digunakan untuk menghilangkan sisa lilin yang masih menempel dengan cara menyetrika kain batik dengan kertas koran diatasnya sehingga lilin akan menempel ke kertas
IV. PROSES MEMBATIK
Langkah-langkah dalam proses membatik yaitu :
a.       Membuat desain pada kertas terlebih dulu atau langsung pada kain.
b.      Persiapan alat dan mencairkan lilin dalam wajan
c.       Lilin cair diambil menggunakan canting dan dioleskan ke atas kain sesuai dengan gambar yang sudah dibuat
d.      Setelah selesai kain dicelupkan ke dandang berisi pewarna dilanjutkan dicelup ke dalam larutan garam lalu bilas
e.       Jika ingin menggunakan warna kedua, maka :
f.       Ulangi langkah ketiga untuk menutup kain yang dikehendaki tetap pada warna pertama
g.      Setelah itu kain dicelupkan ke dandang berisi pewarna kedua dilanjutkan dicelup ke dalam larutan garam lalu bilas
h.      Jika ingin menggunakan warna ketiga, maka :
i.        Ulangi langkah ketiga untuk menutup kain yang dikehendaki tetap pada warna kedua
j.        Setelah itu kain dicelupkan ke dandang berisi pewarna ketiga dilanjutkan dicelup ke dalam larutan garam lalu bilas
k.      Setelah selesai, masukkan kain ke dalam dandang berisi larutan soda api untuk melarutkan lilin yang menempel di kain.
l.        Bilas lalu dijemur (diangin-anginkan) di tempat teduh tidak langsung dibawah sinar matahari.



https://mgmpseni.wordpress.com/materi-belajar/seni-rupa/semester-1/kelas-viii/seni-batik/
https://id.wikipedia.org/wiki/Batik